ANIMAL LOVERS WAJIB CEK!

Sebuah utas tentang Animal Hoarding beredar di media sosial. Salah satunya adalah yang diunggah oleh akun @petproid di Twitter. Dalam utas awalnya, berikut adalah narasi yang dituliskan: Hati2 saat kamu akan menambah jumlah hewan peliharaan tanpa memperhatikan beberapa faktornya. Bisa jadi kamu terindikasi sebagai animal hoarder loh! Apasih itu? Yuk kita bahas!


Animal hoarding Hoarding sendiri sebenarnya dapat didefinisikan sebagai kebiasaan mengumpulkan atau menimbun barang yang tidak benar-benar diperlukan.  Sedangkan hoarder merupakan orang yang memiliki kebiasaan melakukan hoarding. Melansir laman American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), animal hoarding terjadi saat seseorang mengumpulkan binatang-binatang dalam jumlah yang tidak sesuai dengan kapasitasnya. Perilaku ini seringkali dikaitkan dengan kesehatan mental seseorang, kesejahteraan hewan, dan keamanan publik.

Sementara itu, menurut jurnal yang diterbitkan dalam The Canadian Veterinary Journal La Revue vétérinaire canadienne, animal hoarder didefinisikan sebagai seseorang yang mengumpulkan binatang dalam jumlah besar dan melakukan hal-hal berikut: Gagal menyediakan standar nutrisi minimal dari binatang-binatang yang dikumpulkan Gagal menindaklanjuti kondisi yang buruk pada hewan (penyakit, kelaparan, hingga kematian) dan lingkungan (kepadatan yang berlebihan, kondisi yang tidak bersih) Tidak menyadari dampak negatif dari tindakannya pada kesehatan dan kondisinya sendiri maupun orang lain

Tidak berlaku bagi semua pemelihara banyak binatang Untuk itu, tidak semua orang yang memiliki banyak binatang dapat disebut sebagai animal hoarder. Ada sejumlah tanda yang dapat mengindikasikan bahwa seseorang mungkin adalah animal hoarder, yaitu: Memiliki banyak binatang dan kemungkinan tidak mengetahui jumlah yang ia rawat Rumah cenderung kotor atau tidak memiliki kondisi baik Adanya kutu dan hama Terlihat terisolasi dari masyarakat dan cenderung mengabaikan diri sendiri Bersikeras bahwa hewan yang dipelihara sehat meskipun ada tanda-tanda penyakit yang jelas terlihat Jadi, sederhananya, animal hoarder adalah orang yang mengumpulkan hewan dalam jumlah besar dan tidak dapat menyediakan kebutuhan dasar sesuai standar yang baik, serta cenderung tidak sadar dan tidak mengakui kondisi buruk pada hewan-hewannya.

Jenis-jenis animal hoarding Menurut Dr Gary J. Patronek, V.M.D., Ph.D. dan rekan-rekannya, ada setidaknya 3 cara untuk mengklasifikasikan orang-orang yang "menimbun" hewan, yaitu overwhelmed caregivers, rescuers, dan exploiters. Overwhelmed caregivers adalah individu yang memiliki hewan dalam jumlah besar dan terawat dengan baik sebelum terjadi perubahan keadaan yang mengganggu kemampuannya untuk memelihara hewan-hewan tersebut. Kategori ini biasanya menunjukkan kesadaran atas permasalahan yang dialami dan cenderung tidak menyangkal sepenuhnya.

Melansir Psychiatric Times, kategori rescuers diduga terjadi karena keinginan yang kuat atau misi untuk menyelamatkan hewan dari ancaman. Mereka meyakini dapat merawat hewan dengan baik meskipun yang terjadi justru sebaliknya.  Adapun kategori exploiters merupakan yang paling serius, yaitu melibatkan individu dengan karakter sosiopat. Individu tersebut cenderung acuh pada penderitaan hewan-hwean yang dimiliki dan terlihat memiliki empati yang kurang terhadap manusia maupun hewan.  Sama halnya dengan rescuers, mereka juga meyakini bahwa pengetahuan yang dimiliki lebih baik daripada orang lain.


Comments